Menghidupkan Kembali Kejayaan Jalur Rempah di Hotel Borobudur
𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐈𝐍𝐆 𝐍𝐄𝐖𝐒 - Kecelakaan, Bus Damri Rute Sintang-Pontianak Masuk Jurang di Desa Penyeladi
Pemkot Ternate Libatkan Generasi Muda dalam Perencanaan Pembangunan
Wabup Subandrio Hadiri Penutupan Festival Budaya Melayu ke-IV
TERNATE, OT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate mulai mengintensifkan penyelidikan dugaan korupsi pengelolaan dana retribusi pelayanan tempat usaha di kawasan Pasar Gamalama yang dikelola melalui Koperasi Andalan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate tahun 2023.
HALSEL, OT - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan UMKM Milenia desa Tembal Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan gerah dan menjerit sebab seolah dijadikan sapi perah oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Halmahera Selatan.
Jeritan para pelaku UMKM Milenial mencuat setelah Disperindagkop UKM Halsel secara sepihak menerapkan tarif retribusi sewa lapak di Kawasan UMKM Milenial Tembal. Tanpa pertimbangan yang rasional, Disperindagkop UKM Halsel menerapkan retribusi sewa lapak yang nilainya tak wajar dan tidak berpihak pada pelaku usaha mikro. Tak tanggung-tanggung, retribusi sewa lapak di kawasan UMKM Milenial Desa Tembal nilainya mencapai jutaan rupiah per tahun. Dijumpai di kawasan UMKM Milenial desa Tembal, beberapa pelaku usaha yang enggan namanya ditulis mengaku, retribusi sewa lapak yang dipungut Disperindagkop UKM Halsel terlalu besar sehingga membuat para pelaku usaha menjerit. Nilai sewa tempat di area UMKM Milenial yang ditetapkan sebesar Rp360 ribu perbulan dinilai sangat mahal dan tidak berpihak kepada pelaku usaha di UMKM Milenial. Nilai retribusi yang mencekik ini membuat para pelaku usaha menjerit sebab usaha yang dijalankan berskala kecil dengan pendapatan rata-rata Rp100 hingga Rp.150 per hari. Salah satu pelaku usaha di kawasan UMKM Milenial lainnya menuturkan, saat ini, Disperindagkop UKM Halsel menerapkan retribusi sebesar Rp.360 ribu per bulan. Sementara, penghasilan rata-rata para pelaku usaha setiap hari tak sampai Rp200 ribu. Selain itu, beberapa lapak juga tidak dibuka setiap hari. "Retribusi yang dikenakan Disperindagkop UKM Halsel kepada kami sangat berat dan tidak sesuai dengan usaha kami. Pemasukan kecil tapi mereka tarik semua," keluh salah satu pelaku UMKM saat ditemui di kawasan UMKM Milenial desa Tembal. Pelaku usaha di kawasan UMKM Milenial menilai, pihak Disperindagkop UKM Halsel tidak punya dasar untuk menerapkan besaran retribusi terhadap pelaku usaha di UMKM Milenial dan secara sepihak dalam memberlakukan tarif retribusi. Dia membeberkan, waktu pertemuan pertama di kantor Disperindagkop UKM Halsel membahas soal retribusi, namun draf kontraknya di tarik kembali oleh Disperindagkop UKM Halsel. "Alasan belum final dan masih mau dievaluasi kembali oleh dinas dan pelaku usaha UMKM," ujarnya. Menurut dia, namanya evaluasi berarti masih ada pertemuan kedua karena belum selesai di bahas,,tapi ini tiba-tiba para pelaku usaha langsung disodorkan kontrak pembayaran oleh Disperindagkop UKM Halsel tanpa ada pertemuan lanjutan. Harusnya, lanjut dia, retribusi ini merujuk dari data riset Disperindagkop UKM Halsel terkait omzet pendapatan per-masing-masing lapak di UMKM Milenial Bacan. Menurutnya, acuannya, harus Perda atau UU UMKM yang dimana pendapatan lapak minimal Rp.30 juta perbulan dengan akumulasi tahunan minimal Rp.300 juta baru bisa dikenakan retribusi sesuai dengan regulasi usaha mikro yang disini sifatnya UMKM. Ditambahkan, kalaupun penghuni lapak UMKM dipaksakan retribusi tanpa dasar hukum atau riset karna alasan internal atau sesuatu dan lain hal berarti harus ada win-win solution dari dinas terkait dan pelaku usaha UMKM. biar kesannya keputusan ini tidak sepihak. Sementara itu, kadis Perindagkop UKM Halsel, Ani Radjilun belum bisa dikonfirmasi. " Ibu kadis lagi di luar," ujar salah satu staf saat ditemui di kantor Disperindagkop UMKM Halsel.
TIDORE, OT- Upacara puncak peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026 resmi digelar, dipimpin langsung oleh Sultan Tidore Husain Sjah, upacara ini dihadiri Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Forkopimda Kota Tidore Kepulauan dan sejumlah tamu VIP, upacara berlangsung khidmat dihalaman Kedaton Kesultanan Tidore, Minggu (12/4/2026).
Upacara ini diawali dengan pembacaan Borero Gosimo atau pesan leluhur oleh Sultan Tidore Husain Sjah. Borero Gosimo berisikan pesan sakral kepada anak cucu agar selalu taat kepada Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada Panji Buldan Kesultanan Tidore, lalu penyampaian sambutan-sambutan dari Wali Kota Tidore, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara dan Sultan Tidore. Dalam sambutannya, Sultan Tidore Husain Sjah mengatakan, hari ini merupakan peringatan Hari Jadi Tidore yang ke-918, sebuah penanda bahwa Tidore telah lama hadir dan berkontribusi dalam perjalanan peradaban. Usia yang demikian panjang menunjukkan bahwa Tidore bukan sekadar wilayah, melainkan sebuah entitas peradaban yang memiliki sejarah, nilai dan identitas yang kuat. “Peradaban yang telah diwariskan oleh para leluhur ini hendaknya kita jaga dan pelihara bersama. Tanggung jawab ini bukan hanya milik satu generasi, tetapi menjadi kewajiban seluruh masyarakat Tidore untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur, budaya dan jati diri daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” pesannya. Sultan Tidore menambahkan, selama ini, mungkin sebagian memandang Tidore hanya sebagai sebuah wilayah kecil. Namun sesungguhnya, dalam catatan sejarah, Tidore memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh yang luas. Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa Tidore pernah berdiri sebagai bagian penting dari peradaban besar yang memiliki peran strategis di masa lalu. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara saya mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Tidore Kepulauan ke-918. Sebuah usia yang panjang, yang menandakan betapa kokohnya akar sejarah dan budaya yang dimiliki Tidore. “Dengan tema "Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim", kita diajak untuk merenungkan kembali perjalanan panjang Tidore sebagai pusat peradaban, sekaligus menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Tidore bukan sekadar kota, melainkan simbol kejayaan bangsa maritim,” tuturnya. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam sambutannya mengatakan, Hari Jadi Tidore merupakan bentuk manifestasi yang kuat dari kolaborasi Pemerintah Daerah dan Kesultanan Tidore dalam sinergi yang hangat demi satu tujuan yakni mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan daerah ini. Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan utama untuk menyongsong masa depan Tidore yang lebih cerah. “Hari Jadi Tidore yang kita peringati tiap tahun adalah sebuah momen terbaik untuk merefleksikan kembali bagaimana perjuangan para leluhur dan pendahulu kita dalam menjaga daerah ini dengan adat dan istiadat sehingga pada hari ini kita masih bangga berdiri sebagai orang Tidore yang masih setia dengan kearifan lokal yang dimiliki. Kami menitipkan harapan besar kepada para generasi penerus agar selalu menjaga kolaborasi yang baik,” ungkapnya. Lebih lanjut, Wali Kota Tidore Kepulauan juga menyampaikan terima kasih kepada Sultan Tidore bersama Jojau, Perangkat Adat, Para Bobato beserta Imam dan Syara Kesultanan Tidore, atas dukungan dan doa, sehingga dapat terlaksana setiap proses dan pembangunan di daerah ini dengan aman dan lancar. Ia juga menyampaikan selamat Hari Jadi Tidore ke 918 Tahun 2026, semoga keberkahan senantiasa tercurah untuk Kota Tidore Kepulauan.
Memilih kamera mirrorless full-frame bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan begitu banya ...
OlehMuhammad Ali Asyhur S.SosAlumni Mahasiswa Sosiologi UMMU-Ternate ...
DARUBA, OT - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pulau Mor ...